Tampilkan postingan dengan label MATERI KELAS 9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI KELAS 9. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2020

PAST TENSE


4 Rumus Past Tense Beserta Fungsi dan Contoh Kalimatnya

Mempelajari tenses merupakan salah satu hal mendasar yang harus kita ketahui selagi mempelajari Bahasa Inggris. Pada dasarnya, dalam Bahasa Inggris, tenses dibagi menjadi 3 kategori besar: present, future dan past.

Sama seperti present tense, past tense terbagi menjadi empat bagian: simple past tense, past continuous tense, past perfect tense dan past perfect continuous tense. Apa saja sih perbedaan dari masing-masing tenses? Disimak yuk!

A. Simple Past Tense

Simple past tense merupakan salah satu tense dasar yang paling sering dipelajari oleh pelajar Bahasa Inggris. Tense ini biasa dipakai untuk:
Menjelaskan suatu pekerjaan yang telah terjadi pada masa lalu.
Menjelaskan kejadian yang berlansgung di masa lalu.
Menjelaskan suatu kebiasaan pada masa lalu.
Menyampaikan perasaan pada masa lalu.
Menyampaikan kepunyaan pada masa lalu.

Simple past tense, seperti namanya, memang biasa digunakan untuk menyatakan suatu pekerjaan yang telah berlalu. Karena itu, penggunaan verb (kata kerja) dalam kalimat past tense biasanya dalam bentuk verb 2 (kata kerja lampau) kecuali untuk menyampaikan hal yang negative atau menanyakan suatu hal (interrogative tense).

Selain itu, tense ini juga bisa diikuti dengan keterangan waktu seperti yesterday (kemarin), last week (minggu lalu) dan sebagainya.

Dibawah ini merupakan ‘rumus’ dari simple past tense:

Subject + Verb 2 + Object

1. “I wrote that poem yesterday.”

“Aku menulis puisi itu kemarin.”

2. “She met her boss last week.”

“Dia bertemu dengan atasannya minggu lalu.”

3. “Annisa was sad when she knew about this information.”

“Annisa sedih saat dia tahu tentang informasi ini.”

Subject + Did/Was/Were + Not + Verb 1 + Object

Contoh:
1. “I did not want to write that poem last week.”

“Aku tidak ingin menulis puisi itu minggu lalu.”

2. “She did not meet her boss yesterday.”

“Dia tidak bertemu atasannya kemarin.”

3. “Annisa was not sad last night.”

“Annisa tidak sedih tadi malam.”

Note: Ketika menuliskan hal yang negative dengan tense ini, kita tidak perlu untuk menggunakan verb 2 (kata kerja lampau).

Jika kalian ingin menanyakan suatu hal dengan tense ini, ikuti dua ‘rumus’ dibawah ini ya!

Did + Subject + Infitinitive Verb + Object + ?

1. “Did she meet her boss yesterday?”

“Apakah dia bertemu dengan atasannya kemarin?”

2. “Did I want to write that poem last week?”

“Apakah aku mau menulis puisi ini minggu lalu?”

Was/Were + Subject + Adjective/Adverb + ?

“Was Annisa sad because of him?”

“Apakah Annisa sedih gara gara dia?”


B. Past Continuous Tense

Past continuous tense biasa digunakan untuk:
Menyatakan jika suatu kegiatan dimulai, berlangsung dan juga selesai di masa lampau.
Menyatakan jika ada satu kegiatan yang terjadi lalu beberapa waktu kemudian ada kegiatan baru yang dimulai dalam waktu yang sama.
Menyatakan bahwa ada dua kegiatan yang terjadi secara bersamaan.

Untuk menggunakan past continuous tense, kita bisa menerapkan rumus dibawah ini:

Subject + Was/Were + Verb(ing)+ Object

1. “I was writing a poem.”

“Aku tadi lagi nulis sebuah puisi.”

2. “She was meeting her boss while her friends were discussing about her upcoming birthday party.”

“Saat itu, dia sedang bertemu atasannya saat teman-temannya sedang berdiskusi tentang pesta ulangtahunnya mendatang.”

3. “They were planning to surprise her.”

“Mereka berrencana untuk mengejutkan dia.”

Subject + Was/Were + Not + Verb(ing)

1.“I was not writing a poem.”

“Aku tadi gak nulis sebuah puisi.”

2. “She was not meeting her boss while her friends were discussing.”

“Dia gak bertemu atasannya saat teman-temannya sedang berdiskusi.”

3. “They were not planning to surprise her though.”

“Mereka gak berrencana untuk mengejutkan dia kok.”

Was/Were + Subject + Verb(ing) + ?

1. ”Was I not writing a poem?”

“Apakah aku tidak menulis puisi?”

2. “Were they planning to surprise her?”

“Apakah mereka berrencana untuk mengejutkan dia?”


C. Past Perfect Tense

Tense ini biasa digunakan untuk:
Menggambarkan sebuah aktifitas di masa lalu yang selesai sebelum memulai aktifitas baru.
Menyatakan sebuah kebiasaan yang berlangsung di masa lalu.
Mengandai-andai akan seesuatu yang tidak mungkin bisa dirubah karena sudah lewat.

Dibawah merupakan ‘rumus’ penggunaan past perfect tense:

Subject + had + verb 3

1. “I had studied”

“Aku sudah belajar”

2. “She had arrived.”

“Dia sudah nyampe.”

3. “You had decided to ignore the problem.”

“Kamu sudah memutuskan untuk mengabaikan masalah itu.”

Subject + had + not + verb 3

1. “I had not studied.”

“Aku belum belajar.”

2. “She had not arrived.”

“Dia belum sampai.”

3. “You had not decided to ignore the problem.”

‘Kamu belum memutuskan untuk mengabaikan masalah ini.”

Had + Subject + Verb 3 + ?

1. “Had they studied?”

“Mereka sudah belajar belum?”

2. ”Had she arrived?”

“Dia sudah sampai belum?”

3. “Had you decided to ignore the problem?”

“Sudahkah kamu memutuskan untuk mengabaikan masalah ini?”


D. Past Perfect Continuous Tense

Sering disebut past perfect progressive tense, tense ini dapat dipakai untuk memberitahukan suatu kejadian dimulai di masa lalu dan selesai pada masa lalu juga. Tense ini juga bisa dipakai untuk direct speech atau reported speech.

Dibawah merupakan ‘rumus’ dari tense ini:

Subject + Had + Been + Verb(ing)

1. “I had been writing this article.”

“Tadi aku sedang menulis artikel ini.”

2. “She had been drinking all the cold water in the refrigerator.”

“Dia tadi meminum semua air dingin di kulkas.”

3. “They had been protesting several times because of that new regulation.”

“Mereka sudah demo berkali-kali dikarenakan peraturan baru itu.”

Subject + Had + Not + Been + Verb(ing)

1. “I had not been writing this article.”

“Tadi aku tidak sedang menulis artikel ini.”

2. “She had not been drinking it.”

“Dia tadi gak meminum itu.”

3. “They had not been protesting.”

“Mereka tidak melakukan demo.”

Had + Subject + Been + Verb(ing) + ?

1.“Had I been writing this article for a long time?”
 
“Apakah aku daritadi menulis artikel ini?”

2. “Had she been drinking all of the milk in this place?”

“Apakah dia minum semua susu di tempat ini?”

3. “Had they been protesting all of these time?”

“Apakah mereka berdemo selama ini?”


Sekian artikel singkat mengenai perbedaan dari 4 macam past tense. Semoga mudah dimengerti dan berguna untuk kalian ya!

 

Rabu, 09 September 2020

PROCEDURE TEXT




Not every one was born to be good at cooking. Even cooks in restaurants need to learn how to make delicious food and drink. However, we don't have to be a cook to be good at it. We can simply ask our parents or older brothers and sisters at home to teach us. Besides, we can also learn on our own from recipes. In another example, if we don't know how to turn on the washing machine at home , for example, we can just take a look at the manual.  In recipes and manuals, there are ingredients or things that we should prepare and steps to take.

Pengertian Procedure Text

“Procedure text is a piece of text that give us instructions for doing something.”


Procedure text adalah sebuah teks yang memberikan kita perintah atau instruksi untuk melakukan sesuatu.

“Procedure text is a text that is designed to describe how something is achieved through a sequence of actions or steps.”

Procedure text adalah teks yang dirancang untuk menggambarkan bagaimana sesuatu dicapai melalui urutan tindakan atau langkah-langkah.

Jadi dapat disimpulkan disini, procedure text adalah jenis text yang bertujuan untuk menggambarkan suatu perintah atau instruksi tentang bagaimana sesuatu dicapai sesuai urutan atau langkah-langkah yang benar.

Dan biasanya judul procedure text diawali dengan “How to ….“. Contohnya misalnya seperti “How to make a cup of tea” (Cara membuat secangkir tea), “How to Use the Computer” (Cara menggunakan komputer), dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Ciri ciri Procedure text: 

- Biasanya Mengunakan Simple Present Tense dengan rumus (S+V1)
- Berbentuk imperative/bentuk perintah,
- Menggunakan action verbs, contoh: make, take, boil, cook,
- Menggunakan temporal conjunctions, contoh: First, then, next, after that, last
- Menggunakan conjunctions (kata penghubung) untuk mengurutkan kegiatan, misalnya then, while, dsb.
- Menggunakan adverbs (kata keterangan) untuk menyatakan rinci waktu, tempat, cara yang akurat, misalnya for five minutes, 2 hours, dsb.
- Menggunakan adverbs (kata keterangan) untuk menyatakan tahapan atau urutan, misalkan the first, the second, the third, the last, etc.

Tujuan Procedure Text

Procedure text sendiri dibuat mempunyai tujuan tertentu untuk pembaca. Tujuan teks sendiri bersifat komunikatif.

The social purpose of procedure text is to show how something is done through sequence of steps which enable the reader to achieve the goal.”
Tujuan sosial procedure text adalah untuk menunjukkan bagaimana sesuatu dilakukan melalui urutan langkah yang memungkinkan pembaca untuk mencapai tujuan.

“The purpose of procedure text is to tell the reader how to do or make something through a sequence of actions or steps.”

Tujuan dari teks prosedur adalah untuk memberitahu pembaca bagaimana melakukan atau membuat sesuatu melalui urutan tindakan atau langkah-langkah .

Jenis-jenis Procedure Text

Procedure text dalam bahasa inggris mempunyai beberapa jenis. Berikut ini ada 3 jenis procedure text yang harus Anda ketahui.

A. Procedure text yang menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja atau bagaimana menggunakan instruksi/operasi manual , misalnya , how to use computer, how to record video. how to use
plaroid camera.

B. Procedure text yang menginstruksikan bagaimana melakukan aktivitas tertentu, misalnya, how to make a noodle, how to dance, how to play basketball.
C. Procedure text yang berhubungan dengan perilaku manusia, misalnya, how to succeed, how to live happily, how to be a good person.

Generic Structure of Procedure Text
Procedure text memiliki skema susunan umum atau generic structure. Berikut ini generic stucture of procedure text:

- Goal : memberikan informasi tentang maksud dan tujuan prosedur dan memprediksi suatu kesimpulan.
- Materials : berisi daftar materi atau bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu prosedur atau langkah-langkah.
- Steps : daftar urutan instruksi/aktivitas untuk mencapai tujuan dalam urutan langkah yang benar.
- Result : Hasil dari serangkaian langkah-langkah yang telah dilakukan.
Contoh Procedure Text
Berikut ini contoh procedure text ( Recipe)

How to Make Ice Cream

Materials:

2 cups milk or cream
2 tablespoons sugar
1 teaspoon Vanilla extract
Several cups of Ice
1 cup salt
You need these supplies to make ice cream
Tub or large coffee can to hold salt and ice
Glass bowl or small coffee can
Electric mixer or whisk
Ice cream scoop
Storage container for freezer

Steps:
First, setting up the cooling apparatus. Stir ice and salt in the larger container.
Then, combine the ingredients. Mix together the milk, sugar, and vanilla in the glass bowl. Then, set this bowl in the tub filled with ice and rock salt, making sure that the salt water does not spill into the bowl.

Next, mix the ice cream. Mix the ingredients in the small container vigorously. The salty ice mixture will cool the mixture down until it turns into ice cream. It should take about 10 to 15 minutes to stir the ice cream using either method. Stir until it is free from ice crystals and is the right consistency.

Last, storage and serving. ice cream is ready.



Selasa, 11 Agustus 2020

CHAPTER II KELAS IX

CHAPTER II. LET'S LIVE A HEALTHY LIFE!



Pada postingan yang lalu penulis sudah share Materi Chapter I Kelas IX Semester I , kali ini penulis akan melanjutkan postingan untuk materi Chapter II dengan Materi Purpose, intention & Agreement Disagreement dengan judul bab Let’s live a healthy life/What should I do that for?


Materi:

Memuat materi pokok teks lisan dan tulis untuk mengucapkan
- To state the purpose or intention to do something.
- To agree or diasagree with a suggestion or an idea.


a. Maksud dan tujuan melakukan suatu tindakan
(Unsur kebahasaan: to, in order to, so that)
b. Setuju dan tidak setuju , serta responya.
(Ungkapan persetujuan: I agree, That’s a good idea, I don’t agee, I disagree, I don’t think it’s a good idea, etc.)


Kompetensi Dasar:
3.2. Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait maksud, tujuan, persetujuan melakukan suatu tindakan/kegiatan sesuai dengan konteks penggunaanya.


4. 2. Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait maksud, tujuan, persetujuan melakukan suatu tindakan/kegiatan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.


Untuk menyatakan tujuan atau keinginan kita dapat menggunakan:

- In order to (supaya/agar) setelah frasa ini biasanya diikuti kata kerja (verb) atau be untuk nominal sentence.

Contoh:
1. In order to be happy, we should live simply.
2. We can swim in order to have strong muscles


- So that (sehingga). Setelah frasa ini biasanya diikuti oleh subjek.

Contoh:

1. We should study hard so that we can pass the exams.
2. We have to do warming up before doing exercise so that we don’t get muscle injury.
- To (untuk/supaya) to biasanya diikuti verb atau be.

Contoh:

1. We should jog to have stronger lungs.
2. To be successful, we must work harder.


Contoh Dialog:

Dialogue 1

Shyad : What for do we need to eat various kinds of healthy food?

Zahira : To be healthy.



Dialogue 2

Fatimah : What should we sweep and mop the floors for?

Rizqi : In order to get rid of dirt.



Dialogue 3

Alya : What for do we have to wash our bath tub regularly?

Najema : So that There are no mosquito in our house.


Dialogue 4

Lina : What happened with you, Tiara?

Tiara : I’ve got a tooth ace. It really hurts me a lot.

Lina : You should check it to the near dentist in order to get well soon.

Tiara : Ups, I’m sorry I don’t agree with you. I’m afraid that the dentist will pull out my teeth using sharp things.

Lina : What about buying medicine.

Tiara : That’s a good idea.

Kamis, 16 Juli 2020

CHAPTER 1 KELAS 9

Materi Chapter I Kelas 9 Congratulation and hope 



Di postingan kali ini Penulis berinisiatif untuk merangkum materi chapter I Bahasa Inggris Kelas 9 Yaitu congratulations and hope/wish. Rangkuman ini akan sangat berguna bagi penulis sendiri maupun khalayak ramai yang kebetulan berkunjung di blog penulis ini untuk mencari bahan acuan atau mungkin referensi untuk belajar bagi siswa maupun referensi mengajar bagi guru. Postingan ini diharapkan dapat melengkapi konten blog ini terutama untuk kelas IX.

Goal/Tujuan dari pembelajaran pada bab ini adalah:
To congratulate others for their fortunes and achievements (Memberikan ucapan selamat kepada orang lain atas kebahagiaan dan prestasi)


To express hopes and wishes to others (memberikan doa, harapan dan keinginan untuk orang lain supaya dikabulkan apa yang dicita-citakanya, apa yang diharapkannya.

I. Congratulation

Adalah ucapan selamat yang ditujukan kepada seseorang atas prestasi dan kebahagiaan yang diraih.
Contoh: prestasi sekolah, lomba (Competition), mendapakan beasiswa(scholarship), ulang tahun (aniversary), getting permission, etc.

Contoh ekspresi/ungkapan yang digunakan:
Congratulations, Ana!
- Congratulations on winning the English speech contest!
- Congratulation Adi on being the champion!
- I’m happy for you.Congratulations!
- Congratulations Shidqi, you become the winner!
- Congratulations you passed the exams!
- Congratulations for your graduation!
- That’s a very beautiful handycraft!
- Zahra,That’s a beautiful picture!
- Wow, your menu is delicious!
- Good on you Fayyadh!
- You sing like a real singer.
- Etc.

II. Hope/wish

Adalah ungkapan atau ucapan seseorang yang menunjukkan doa, harapan dan keinginan terhadap orang lain supaya lebih baik, dan terkabul cita-cita atau yang menjadi harapannya.

Contoh ekspresi/ungkapan hope/wish:

I hope ...
- I hope you will win the first prize
- I hope you pass the examination
- Wish you luck
- Wish me luck
- Good luck
- Etc.

III Contoh dialog Congratulation and hope/wish

Dialogue 1
Shidqi : Congratulations, Zahra. I hope you will be the winner of the singing contest.
Zahra : Thanks Shidqi. Wish me luck. Amin.

Dialogue 2
Dea : Fayyadh, I got a scholarship.
Fayyadh : Congratulations, Dea. You deserve it.Your mom and dad must be proud of you.
Dea : Yes, thanks. It will help my parents a lot.

Dialogue 3
Rissa : Wow, that’s a beautiful handycraft!I’m sure you’ll win the national competition.
Yeni : Thank you. I hope so, too.






























































































































Sabtu, 11 Juli 2020

MATERI NARRATIVE TEXT






Pengertian Narrative Text

Narrative text adalah jenis text dalam Bahasa Inggris untuk menceritakan suatu cerita yang memiliki rangkaian peristiwa kronologis yang saling terhubung. Tujuan dari teks ini adalah untuk menghibur pembaca tentang suatu kisah atau cerita.

Jenis-jenis Narrative Text

Narrative text bisa berbentuk imajiner atau pun faktual. Berikut adalah contoh genre dari Narrative text:

Fairy tale
Mystery
Science fiction
Romance
Horror
Fable
Myth and legend
History
Slice of life
Personal experience
dan lain sebagainya

Ciri-ciri Narrative Text


Menggunakan Action Verb dalam bentuk Past Tenses.

Menggunakan Noun tertentu untuk sebagai kata ganti orang.

Menggunakan Adjective yang membentuk Noun Phrase.

Menggunakan Conjunction untuk mengurutkan kejadian-kejadian.

Struktur Narrative Text

Struktur dari narrative text berfokus pada serangkaian tahapan yang diusulkan untuk membangun sebuah teks ini sendiri. Secara umum, terdapat empat tahapan dalam Narrative text, yaitu:

Orientation

Orientation atau biasa disebut dengan pendahuluan, berisi tentang siapa, kapan, di mana suatu cerita ditetapkan.

Complication

Complication menceritakan awal masalah yang menyebabkan puncak masalah atau yang biasa disebut dengan klimaks. Bagian ini biasanya melibatkan karakter utama dari cerita tersebut.

Resolution

Bagian ini adalah akhir dari cerita atau berupa solusi dari masalah yang terjadi. Masalah dapat diselesaikan dapat menjadi lebih baik atau malah lebih buruk yang nantinya akan membuat cerita berakhir dengan bahagia atau sebaliknya.
Terkadang, ada beberapa resolusi yang berupa masalah lain untuk dipecahkan. Hal ini sengaja dibuat oleh penulis untuk menambah dan mempertahankan minat dan ketegangan bagi pembacanya. Biasanya, jenis resolusi ini terdapat pada genre mysteries dan horror.

Re-orientation

Bagian adalah penutup dari suatu cerita yang bersifat opsional. Re-orientation bisa berisi tentang pelajaran moral, saran atau pengajaran dari penulis.


Contoh Narrative Text

The Legend of "SANGKURIANG"


Versi ENGLISH


Once upon a time in west Java, Indonesia lived a wise king who had a beautiful daughter. Her name was Dayang Sumbi. She liked weaving very much. Once she was weaving a cloth when one of her tool fell to the ground. She was very tired at the time so she was too lazy to take it. Then she just shouted out loud.

She shouted ‘Anybody there? Bring me my tool. I will give you special present. If you are female, I will consider you as my sister. If you are male, I will marry you’
Suddenly a male dog, its name was Tumang, came. He brought her the falling tool. Dayang Sumbi was very surprised. She regretted her words but she could not deny it. So she had to marry Tumang and leave her father. Then they lived in a small village. Several months later they had a son. His name was Sangkuriang. He was a handsome and healthy boy.
Sangkuriang liked hunting very much. He often went hunting to the forest using his arrow. When he went hunting Tumang always with him. In the past there were many deer in Java so Sangkuriang often hunted for deer.
One day Dayang Sumbi wanted to have deer’s heart so she asked Sangkuriang to hunt for a deer. Then Sangkuriang went to the forest with his arrow and his faithful dog Tumang. But after several days in the wood Sangkuriang could not find any deer. They were all disappeared. Sangkuriang was exhausted and desperate. He did not want to disappoint her mother so he killed Tumang. He did not know that Tumang was his father. At home he gave Tumang’s heart to her mother.
But Dayang Sumbi knew that it was Tumang’s heart. She was so angry that she could not control her emotion. She hit Sangkuriang at his head. Sangkuriang was wounded. There was a scar in his head. She also repelled her son. Sangkuriang left her mother in sadness.
Many years passed and Sangkuriang became a strong young man. He wandered everywhere. One day he arrived at his own village but he did not realized it. There he met Dayang Sumbi. At the time 

Dayang Sumbi was given an eternal beauty by God so she stayed young forever. Both of them did not know each other. So they fell in love and then they decided to marry.
But then Dayang Sumbi recognized a scar on his Sangkuriang’s head. She knew that Sangkuriang was his son. It was impossible for them to marry. She told sangkuriang but sangkuriang did not believe her. He wished that they marry soon. So Dayang Sumbi gave a very difficult condition. She wanted Sangkuriang to build a lake and a boat in one night! She said she needed that for honeymoon.
Sangkuriang agreed. With the help of genie and spirits Sangkuriang tried to build them. By midnight he had finished the lake by building a dam in Citarum river. Then he started building the boat. It was almost dawn when he nearly finished it. Meanwhile Dayang Sumbi kept watching on them. She was very worried when she knew this. So she made lights in the east. Then the spirits thought that it was already dawn. It was time for them to leave. They left Sangkuriang alone. Without their help sangkuriang could not finish the boat.
Sangkuriang was very angry. He kicked the boat. Then the boat turned out to be Mount Tangkuban Perahu. It means boat upside down. From a distant it looks like a boat upside down.


Versi INDONESIA

Pada suatu saat di Jawa Barat, Indonesia hidup seorang raja yang bijaksana yang memiliki seorang putri cantik. Namanya adalah Dayang Sumbi. Dia sangat suka menenun. ketika dia menenun kain salah satu alatnya jatuh ke tanah. Dia sangat lelah pada waktu itu sehingga dia terlalu malas untuk mengambilnya. Lalu dia hanya berteriak keras-keras.
Dia berteriak "Siapa di sana? Ambilkan alat saya. Saya akan memberikan hadiah istimewa. Jika Anda perempuan, saya akan menganggap Anda sebagai adikku. Jika Anda laki-laki, aku akan menikah denganmu '
Tiba-tiba seekor anjing jantan, namanya Tumang, datang. Dia membawa alat yang jatuh. Dayang Sumbi sangat terkejut. Dia menyesali kata-katanya, tapi dia tidak bisa menyangkalnya. Jadi dia harus menikahi Tumang dan meninggalkan ayahnya. Kemudian mereka tinggal di sebuah desa kecil. Beberapa bulan kemudian mereka memiliki seorang putra. Namanya Sangkuriang. Dia adalah seorang anak laki-laki tampan dan sehat.
Sangkuriang sangat menyukai berburu. Dia sering pergi berburu ke hutan menggunakan panahnya. Ketika ia pergi berburu Tumang selalu bersamanya. Pada saat itu ada banyak rusa di Jawa sehingga Sangkuriang sering berburu rusa.
Suatu hari Dayang Sumbi ingin memiliki jantung rusa sehingga ia meminta Sangkuriang untuk berburu rusa. Kemudian Sangkuriang pergi ke hutan dengan panah dan Tumang anjing yang setia. Tapi setelah beberapa hari di hutan Sangkuriang tidak bisa menemukan rusa apapun. Mereka semua menghilang. Sangkuriang lelah dan putus asa. Dia tidak ingin mengecewakan ibunya sehingga ia bunuh Tumang. Dia tidak tahu bahwa Tumang adalah ayahnya. Di rumah dia memberikan hatinya Tumang untuk ibunya.

Tapi Dayang Sumbi tahu bahwa itu adalah hati Tumang itu. Dia begitu marah karena dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia memukul Sangkuriang di kepalanya. Sangkuriang terluka. Ada bekas luka di kepalanya. Dia juga mengusir anaknya. Sangkuriang meninggalkan ibunya dalam kesedihan.
Bertahun-tahun berlalu dan Sangkuriang menjadi seorang pemuda yang kuat. Dia berjalan di mana-mana. Suatu hari ia tiba di desa sendiri, tetapi dia tidak menyadari hal itu. Di sana ia bertemu Dayang Sumbi. Pada saat Dayang Sumbi diberi keindahan abadi oleh Allah sehingga dia muda selamanya. Keduanya tidak saling mengenal. Jadi mereka jatuh cinta dan kemudian mereka memutuskan untuk menikah.
Tapi kemudian Dayang Sumbi mengakui bekas luka di kepala Sangkuriang . Dia tahu bahwa Sangkuriang adalah anaknya. Itu tidak mungkin bagi mereka untuk menikah. dia mengatakan sangkuriang tapi sangkuriang tidak percaya padanya. sangkuriang berharap bahwa mereka menikah segera. Jadi Dayang Sumbi memberikan kondisi yang sangat sulit. Dia ingin Sangkuriang untuk membangun sebuah danau dan perahu dalam satu malam! Dia bilang dia membutuhkan itu untuk bulan madu.
Sangkuriang setuju. Dengan bantuan jin dan roh Sangkuriang mencoba untuk membangunnya. Pada tengah malam ia selesaikan danau dengan membangun bendungan di Sungai Citarum. Lalu ia mulai membangun perahu. Hampir terbit fajar ketika ia hampir selesaikannya. Sementara itu Dayang Sumbi terus melihatnnya. Dia sangat khawatir ketika dia tahu ini. Jadi dia membuat lampu di timur. Kemudian roh berpikir bahwa itu sudah fajar. Sudah waktunya bagi mereka untuk pergi. Mereka meninggalkan Sangkuriang sendiri. Tanpa bantuan mereka sangkuriang tidak bisa menyelesaikan perahu.

Sangkuriang sangat marah. Dia menendang perahu. Kemudian perahu ternyata Gunung Tangkuban Perahu. Ini berarti perahu terbalik. Dari jauh terlihat seperti perahu terbalik.

Past Continuous Tense: Pengertian, Rumus, dan Fungsi

 Past Continuous Tense: Pengertian, Rumus, dan Fungsi Tenses menjadi bentuk dari suatu kalimat yang ada dalam bahasa Inggris. Tenses yang di...